SERANG, Pelaksanaan proyek pembangunan revitalisasi di SMKS Ashhabul Maimanah Sidayu, yang berlokasi di Jalan Tirtayasa–Tanara, Kabupaten Serang, memicu pertanyaan publik. Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh pihak manajemen sekolah saat sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi dan pemantauan di lapangan pada Rabu (14/10/2026).

Kedatangan insan pers yang bertujuan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial serta memastikan transparansi pengelolaan dana pembangunan tersebut justru disambut dingin. Kepala Sekolah maupun pimpinan yang bertanggung jawab atas proyek revitalisasi tersebut enggan menemui media.
Tak hanya itu, keterangan yang disampaikan oleh pihak Tata Usaha (TU) sekolah saat ditemui wartawan dinilai sangat tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada untuk menghindari pertanyaan awak media.
“Kami hanya ingin mengonfirmasi terkait transparansi dan progres pembangunan revitalisasi ini sebagaimana diatur dalam keterbukaan informasi publik. Namun, pihak sekolah terkesan tertutup dan memberikan alasan yang janggal saat dipertanyakan keberadaan penanggung jawab proyek,” ujar salah satu wartawan yang berada di lokasi.
Sebagaimana diketahui, setiap pembangunan fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran negara maupun bantuan publik wajib mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Transparansi informasi publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di mana pers memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Sikap tertutup dari pihak SMKS Ashhabul Maimanah Sidayu ini menimbulkan tanda tanya besar dari berbagai pihak mengenai pelaksanaan proyek pembangunan revitalisasi tersebut. Masyarakat dan insan pers mendesak dinas terkait serta instansi pengawas untuk turun tangan meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi di sekolah tersebut guna memastikan tidak ada indikasi penyimpangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah maupun pengurus yayasan SMKS Ashhabul Maimanah Sidayu belum memberikan klarifikasi resmi terkait proyek revitalisasi serta alasan di balik sikap tidak kooperatif stafnya terhadap awak media.