PONTANG, SERANG — Proyek pembangunan Jembatan Cipatuk yang berlokasi di Kelurahan Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, menuai sorotan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, hingga Selasa (13/10/2026), pengerjaan fisik di lapangan terpantau berjalan tanpa adanya pengawasan langsung dari pihak mandor maupun penanggung jawab teknis (layur).

Berdasarkan pantauan dan informasi dari masyarakat setempat pada Selasa sore, aktivitas pengerjaan konstruksi jembatan tetap berlangsung seperti biasa. Namun, di lokasi proyek hanya terlihat beberapa pekerja yang melakukan aktivitas tanpa didampingi pengawas lapangan.
Ketiadaan figur mandor atau pengawas teknis ini menimbulkan kekhawatiran terkait standar mutu dan kualitas bangunan jembatan. Pengawasan intensif dinilai sangat krusial agar seluruh spesifikasi teknis, material yang digunakan, serta ketepatan pengerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Pengawasan di lapangan sangat penting agar hasil pembangunan kokoh dan tahan lama, apalagi ini fasilitas umum. Kalau tidak ada mandor yang mengawasi, dikhawatirkan pengerjaannya asal-asalan,” ujar salah seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi proyek, Selasa (13/10/2026).
Selain masalah kualitas konstruksi, absennya pengawas di lapangan juga dikhawatirkan berdampak pada keselamatan kerja bagi para pekerja itu sendiri serta keamanan bagi warga yang melintas di sekitar area proyek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang mengenai alasan tidak adanya mandor pengawas di lokasi pengerjaan Jembatan Cipatuk tersebut.